Caleg Juga Waria..:P

chintamiSiapa bilang kaum waria tidak punya nyali terjun ke dunia politik. Buktinya, di Tojo Una-una, salah seorang waria berani menerima tawaran salah satu partai politik untuk dicalonkan sebagai anggota DPRD. Sosok tersebut adalah Togofman alias Chintami. Dia dicalonkan Partai Republika Nusantara, dengan nomor urut 3 di daerah pemilihan (dapil) 2 Kecamatan Ampana, Ampana Tete, Sulawesi Tengah. Ditemui usai menyerahkan berkas bakal calon di KPUD setempat, kemarin, Togofman menuturkan komitmennya untuk mewakili rakyat di parlemen. Dia mengaku baru kali ini ia terjun kedua politik atas dorongan rekan-rekannya. “Cari pengalaman gitu loh. Pendukung saya juga kan lumayan,” ujarnya, optimis, dengan gaya khas. Pemilik salon ternama di kabupaten yang terkenal dengan wisata bahari Pulau Togean ini, malah mengaku telah menyiapkan sejumlah alat peraga beruapa stiker yang siap diedarkan ke masyarakat. “Ini contoh stikernya,” tukas Togofman alias Chintami. Di stiker itu, selain terpampang foto dirinya, juga ada kata-kata pemikat. Antaranya bertuliskan, “Untuk mencapai visi-misi partai RepublikaN saya titipkan di pundak saudara para kader pejuang dan kader penggerak partai RepublikaN di seluruh tanah air. Buktikan Bedanya. Dan jangan lupa pilih saya dengan nomor urut 3”.

Pulau Kadidiri

Where is the Lokasi
Pulau Kadidiri secara administratif ada di Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togian.  Berada di antara kepulauan kecil Togian yang sangat terkenal di mancanegara karena ke-esksotisannya. The real hideaway.

petatogianKepulawan Togean

How to get there
Berangkat dari Ampana
Ke Pulau Kadidiri bisa ditempuh melalui Ampana, Ibu Kota Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Di Ampana ada sebuah dermaga dimana kita bisa menumpang perahu bersama penduduk. Perahu di sana biasanya punya trayek menuju Pulau Wakai, Bomba dan juga Kadidiri dengan tarif per orang kurang lebih Rp. 30.000 – Rp. 50.000. Kadang mereka mengantarkan sampai di Pulau Wakai saja kalau orang yang menuju ke Kadidiri cuma sedikit, dari sana kita bisa lanjut ke Pulau Kadidiri menggunakan perahu charter. Perjalanan menggunakan perahu dari Ampana sampai ke Pulau Kadidiri kurang lebih 5 jam, tergantung cuaca dan arus laut. Bisa juga menggunakan kapal ferry tapi pemberangkatannya cuma satu kali seminggu setiap hari Rabu. Kapal ferry ini menyeberang dari Ampana menuju Gorontalo dan transit di Pulau Wakai dengan tarif per orang Rp. 100.000. Dari Pulau Wakai kita bisa charter speed boat atau perahu bermesin dua dengan tarif yang berbeda pastinya.

Berangkat dari Gorontalo
Dari Gorontalo menyeberang ke Pulau Kadidiri bisa menggunakan kapal ferry yang berangkat sekali dalam seminggu dengan tujuan Pulau Wakai. Menurut informasi lama perjalanan dari Gorontalo ke Pulau Wakai dengan kapal ferry memakan waktu delapan jam (lama yah). Dari Pulau Wakai kita bisa lanjut ke Pulau Kadidiri selama satu jam menggunakan perahu, atau kalau mau lebih cepat silahkan charter speed boat.

What can I do there
Banyak yang bisa dilakukan di pulau kecil yang indah ini lho. Jangan salah, walau kecil dan jauh dari mana-mana pulau ini punya daya tarik tersendiri dan jarang ditemukan di tempat lain.

Snorkeling
Buat yang suka snorkeling, di sini tempatnya. Taman laut berhiaskan terumbu karang dan berbagai jenis fauna bener-bener fantastis. Ada Nemo dan jenis-jenis ikan lain yang bisa dinikmati selain tebaran terumbu karang yang dilindungi karena kawasan ini termasuk kawasan Taman Nasional. Dan asiknya kalau kita males naek perahu ke tengah laut, kita bisa snorkeling di pantai pesisir. Tinggal lari dari kamar langsung mak byur…Karena daerah pesisir pantai pun ga kalah menariknya buat snorkeling.

Diving
Ada beberapa spot diving di kawasan Kadidiri. Di antaranya ada bomba dengan shipwreck nya yang katanya mengasikkan (belom nyobain secara aku belum bisa diving :P). Ada banyak level dive spot yang bisa dijelajahi, mulai dari open water sampe ke night dive (diving malem-malem). Untuk diving bisa menggunakan jasa dive center di Black Marlin Dive yang memiliki peralatan lengkap seperti wet suit, snorkel, fin, oksigen sampai ke dive master pun ada karena mereka juga menyediakan kursus singkat untuk diving. Lengkap deh pokoke, ga perlu takut kurang peralatan kalo mau diving atau snorkeling di sana.

Bird Watching
Salah satu daya tarik di pulau ini adalah kegiatan bird watching. Ada beberapa jenis burung yang jarang kita temukan di tempat lain, salah satunya adalah Elang Kepala Putih yang seringkali swaring di tepian pantai.

What should to bring
Kamera, peralatan snorkeling (bisa disewa di Black Marlin Dive), peralatan diving (bisa disewa di Black Marlin Dive), de el el…

Ada tempat penginapan?
Paradise Cottages, sebuah penginapan berupa cottages yang asri. Tarif dibagi untuk tipe cottages; Deluxe, Superior, dan Standard
Black Marlin Dive, sebuah dive center yang juga punya beberapa pondokan kecil yang unik. Letak pondokannya beberapa ada yang dibangun di cerukan-cerukan tebing, unik dan tribal nuansanya.
Di pantai, buka tenda gelar matras ngepompong pake sleeping bag juga bisa kalo mau, hehe…

Pulau Togian

Pulau Togian adalah salah satu kepulauan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tojo Una-una, kabupaten pecahan dari Poso yang baru terbentuk pada awal tahun 2004.

Beberapa aksi wisata yang dapat dilakukan di Pulau Togian antara lain: Menyelam & Snorkelling (di Pulau Kadidiri), Memancing, serta menjelajah alam hutan yang ada di dalam hutan yang ada di Pulau Malenge, atau bisa mengunjungi gunung api Colo di Pulau Una-una. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.

Dibentuk oleh aktivitas volkanis, pulau ini ditutupi oleh tumbuh-tumbuhan yang subur dan rimbun, serta dikelilingi oleh formasi bukit karang. Batu karang dan pantai menyediakan tempat bagi beberapa binatang laut untuk tinggal dan berkembang biak, seperti kura-kura hijau, dll.

Akses menuju Pulau Togian?…

  1. Dari Palu ke Ampana via Poso (375 kilometres) dengan bis atau mencarter mobil, kemudian dengan perahu dari Ampana ke Wakai dan Malenge dengan jadwal rutin setiap hari, berangkat jam 10.00 – 11.00 pagi.
  2. Dari Gorontalo (Sulawesi Utara) naik mobil ke Marisa, selanjutnya naik perahu ke Dolong atau Wakai.

Fasilitas akomodasi; Losmen Lestari, Malenge Indah, Lestari Nirwana, Sera Cottage (Malenge), Fadhila Cottage (Pangempa), Losmen Bolelanga (Ketupat), Bolelanga Cottage (Bolelanga), Hotel Togian (Taipi), Wakai Cottage, dan Kadidiri Paradise (Kadidiri).

Fenomena Tanjung Api

Tanjung Api adalah sebuah tanjung yang terletak di Teluk TominiAmpanaTojo Una-Una. Lokasi ini dapat ditempuh dengan berjalan kali selama 5 jam atau dengan speed boat selama 20 menit.

Keunikan dari tanjung ini adalah adanya gas alam yang keluar secara alami di sepanjang tanjung ini. Dengan menggali sekitar 5-10 cm, maka akan keluar gas alam yang dapat kita nyalakan dengan korek api. Api ini akan menyala terus sampai kita menutupnya kembali dengan tanah.

Nama Tanjung Api diambil dari nama api unik yang ada di objek wisata ini. Para wisatawan yang akan berkunjung di objek wisata ini akan menyaksikan api unik yang menyembur dari bawah pasir. Para wisatawan yang berkunjung di Tanjung Api ini, tidak perlu lagi membawa korek api. Jika ingin memasak air atau menanak nasi, cukup dengan menggali pasir, maka api akan menyembur seketika dari bawah pasir dan siap untuk dipakai memasak.

Tanjung api selain memiliki api yang unik, juga memiliki panorama bawah laut yang indah dan sangat cocok untuk atraksi snorkeling. Selain itu, Tanjung api juga memiliki pasir putih yang bersih dan alami untuk menikmati mandi matahari maupun menikmati pemandangan sunset. Objek wisata ini yang di tetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu cagar alam di Sulawesi Tengah

Objek wisata ini memiliki hutan tropis yang masih alami serta hewan endemik seperti anoa, babi rusa, monyet dan berbagai jenis burung. Olehnya Tanjung api juga sangat potensial untuk atraksi trekking. Tanjung api secara administratif berada di 2 (dua) wilayah Kecamatan yaitu Ampana Kota dan Ampana Tete. Untuk berkunjung ke Tanjung Api dapat dilakukan dengan motor boat dari Pelabuhan Ampana dengan waktu tempuh 30 menit.

Menyelamatkan Kepulauan Togean

Sebagai pejabat baru di sebuah Kabupaten Baru Tojo Una-Una, Drs. Damsik Ladjalani (52 tahun) merasa prihatin dengan keadaan di daerahnya. Selain tingkat rata-rata pendidikan yang jauh tertinggal, pendapatan perkapita ekonomi yang masih rendah, juga pembangunan infra struktur yang menurutnya kurang memadai untuk sarana penduduknya.

“Kalau ada kontak kepada pemerintah pusat tolonglah, infra struktur dibangun dan didahulukan,” kata Damsyik Ladjalani, yang mengira sebuah media yang bisa menjembatani keluhan di daerahnya.

Salah satu obsesi Bupati kelahiran Una-una ini adalah, supaya kabupaten yang dipimpinnya segera memiliki lapangan pesawat terbang. “Tanah sudah kami siapkan di Ampana, supaya wisatawan mempunyai akses untuk melihat terumbu karang di Kepulauan Togean,” katanya.

ota Ampana adalah ibu kota kabupaten Tojo Una-Una (Touna) yang berjarak 150 km dari Kota Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Bila seorang wisatawan menggunakan kendaraan travel, waktu yang dihabiskan adalah sembilan jam. Belum lagi harus ikut kapal kecil menuju obyek wisata laut di Kepulauan Togean untuk menikmati keindahan bawah laut dengan terumbu karang yang berwarna warni.

Sikap ingin segera memajukan daeranya ini pula yang menyebabkan bupati secara terbuka menyambut hangat kedatangan Tim Pengkajian Terpadu Peninjau Usulan Taman Wisata di Kepulauan Togean pertengahan September lalu.

Sebetulnya Kepulauan Togean sudah lama dikenal sebagai tempat tujuan wisata bahari yang menakjubkan, Cuma, kawasan ini ternyata hingga kini belum mempunyai status konservasi yang jelas. Melihat kecendrungan perikanan yang tidak ramah lingkungan dengan penggunaan bom, bius dan potas, kelak, apabila kawasan ini tidak diselamatkan, akibatnya akan semakin rusak. Oleh karena itu Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele menyurati Menteri Kehutanan, untuk mengusulkan penetapan kawasan Kepulauan Togean, seluas 411.373 ha di Kepulauan Togean Sebagai Taman Wisata Laut. Surat tertanggal 21 Pebruari 2004, itu pun kemudian juga didukung oleh Surat Bupati Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, dengan pernyataannya tanggal 27 Pebruari 2004.

Lantas untuk menjawab hal itu, tim khusus terdiri gabungan antar instansi yaitu Badan Planologi Kehutanan (BAPLAN), Puslitbang Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Conservation International Indonesia, datang ke Kepulauan Togean untuk mengadakan peninjauan lapangan. (Lihat: Rekomendasinya, Taman Nasional Laut).

Bupati menuturkan, sebagian penduduk di wilayahnya memang masih bertumpu pada keberadaan sumberdaya kelautan dan untuk menggali hasil yang lebih besar mereka masih belum bisa membuat peluang. Oleh sebab itu, bupati merasa geram dengan para pelaku bom dan peracunan yang merusak ekosistem perairan di Kepulauan Togean. “Prioritas kita adalah program menyelamatkan lingkungan di Kepulauan Togen, menyadarkan masyarakat dari kebiasaan mereka yang merugikan masa depan mereka sendiri,” kata Ladjalani. Alasannya jelas, karena pemboman, pembiusan dan potassium merupakan ancaman bagi seluruh sumber kehidupan kawasan Kepulauan Togean. “Racun dan bom itu mengakibatkan kehidupan di laut musnah, terumbu karang hancur, dan itu saya saksikan sendiri,” ujarnya.

Padahal suku Bajau, terang bupati, mempunyai prinsip-prinsip sendiri guna menjaga lingkungan. Mereka mengatakan: terumbu karang itu adalah tikar, ombak adalah laksana guling. Maka ketika berkunjung ke lapangan , bupati membangkitkan kembali ingatan penduduk Bajau mengenai harta yang mereka miliki itu. Bupati beceramah di depan masyarakat, “Mengapa kamu punya tikar, kamu punya guling, kamu rusak? Sebenarnya kalau hujan, di atas laut, itu artinya langit menangis karena melihat kalian membom ikan,” kata bupati dalam salah satu kunjungannya di daerah Kepulauan Togean.

Bagi masyarakat Togean keutuhan ekosistem laut adalah modal hidup. Apabila ekosistem laut lestari, mereka diharapkan dapat terus melanjutkan kehidupan mereka. Sebab itulah dalam benak Damsik, menyadarkan masyarakat Bajau bukan hanya dengan kata-kata tapi seharusnya dengan program yang nyata. Diharapkannya nelayan yang tadinya setiap saat menggantungkan hidup di laut, mulai berpindah pada budidaya ikan, atau hasil laut lainnya seperti teripang dan ikan Kerapu. Melihat rumah masyarakat Bajau yang berada di tengah laut, untuk membuat keramba dan pembesaran ikan bukanlah perkara sulit. Sebagai percobaan bupati memberikan modal kepada kepala desa Kabalutan untuk mencoba keramba ikan dibawah kolong rumah mereka.

Selain itu, dia juga mencita-citakan rumah-rumah suku bajau bisa dibuat layak untuk wisatawan yang datang sehingga mereka bisa menerima tamu dengan cara home stay. Satu keluarga bisa menyiapkan satu kamar kalau ada turis datang dengan membayar beberapa dolar per malam. Dengan cara itu, mestinya, masyarakat akan menemukan alternative baru insentif ekonomi pengganti sambil secara serius menjaga dan memelihara terumbu karang sebagai ‘tikar’ kehidupan mereka di Kepulauan Togean.

APBD Touna Sisa Rp5 Miliar

AMPANA – Sebelum menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perhitungan APBD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) tahun anggaran 2006, DPRD Kabupaten Touna melakukan proses pembahasan dan peninjauan kegiatan Pemda selama tahun anggaran 2005 setelah dievaluasi oleh Gubernur Sulteng.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Touna, Drs Abd Wadji Tahero kepada Radar Sulteng, kemarin (4/10). Menurutnya, sebagai kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Poso, merupakan tahun pertama dilakukan perhitungan APBD. Ini sesuai dengan amanat perundang-undangan yang dengan segala keterbatasan Pemda Touna bersama dengan DPRD selaku mitra pemerintah telah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik.

”Menberikan koreksi, saran-saran perbaikan atas pelaksanaan APBD sehingga diharapkan dalam pelaksaan akan datang dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat Tuona,” tegas Abd Wadji Tahero.

 

Lebih lanjut katanya, melalui sidang paripurna DPRD belum lama ini, telah ditetapkan keputusan Dewan Kab. Touna tentang persetujuan dan penetapan LKPJ Bupati Touna dan perhitungan APBD tahun 2005 dengan pendapatan PAD, dana perimbangan lain-lain, penerimaan daerah yang telah ditargetkan sebesar Rp103 miliar lebih.

 

Belanja daerah direncanakan sebasar Rp97 miliar lebih, pembiayaan ditetapkan Rp812 juta lebih. Dengan demikian katanya, pada tahun 2005 mempunyai sisa Rp5 miliar lebih. Selaku kepala BPKD Kab Touna mengatakan, sangat menghargai kerjasama yang baik dan saran-saran positif yang telah disampaikan oleh DPRD Touna pada sidang paripurna, Sabtu (30/9) yang lalu di Gedung Dewan Tuona.

PBB Touna Lampaui Target

AMPANA- Rapat Koordinasi (Rakor) tim intensifikasi PBB, BPHPTB, PPH OPDN/PPh Provinsi dan Kabupaten/kota se Sulteng dipusatkan di Ampana, kemarin (15/11). Rakor tersebut dibuka Asisten I Administrasi Sulteng, Arif Sandagang dan dihadiri peserta dari Kanwil Dirjen Pajak Sulteng, Kepala Pajak dan Pelayanan PBB Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Pajak Palu, Luwuk dan jajaran Muspida lainnya.

Wabup Touna, Drs. Ridwan DJ Saru menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat provinsi dan para peserta rakor yang telah datang dan semoga rakor ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan sebagaimana diharapkan bersama sesuai dengan agenda rakor tim intesifikasi PBB tahun ini.

Tojo Unauna kata Wabup secara administrasi Touna terdiri atas 9 kecamatan dengan perincian, 5 kecamatan didaratan dan 4 kecamatan di kepulauan.

Disampikan pula bahwa Kab. Touna mulai tahun 2005 mengelola APBD sendiri dan sejak itu pula Kab Poso sebagai induk menyerahkan pengelolaan PBB, BPHTB dan PPh untuk masyarakat tahun 2005-2006 Kab Touna dibawah koordinasi Badan pengelola Keuangan Daerah (BPKD) telah melampaui target PBB (100%) lebih berdasarkan target SKB. Dengan demikian Kab Touna sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemda, akan menerima intensif atas pencapaian target tahun 2005 maupun 2006.

Sementara Asisten I administrasi Sulteng, Arif Sandagang mengatakan, Rakor ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja pendapatan dari penerimaan PBB, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dan pajak penghasilan perseorangan tahun anggaran 2006. menyongsong tantangan kedepan yang semakin kompleks dibidang perpajakan ini, agar dilaksanakan secara baik pemutahiran data, penyampaian SPPT, perlu segera dilaksanakan secara tepat waktu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.